Tuesday, September 11, 2018

Apa itu Stokastik ?

Indikator Stokastik adalah sebuah osilator.
Indikator ini membantu melacak perubahan harga asset, sehingga mengidentifikasi titik optimal untuk memasuki pasar.
Stokastik terdiri dari 2 garis yang ditampilkan pada skala 100 hingga 0.
Garis-garis osilator melintasi batas pada level 20 dan 80, yang membantu mengidentifikasi harga aset yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Garis pertama (5K) menunjukkan harga penutupan saat ini untuk kisaran harga yang dipilih.
Garis kedua (%D) adalah rata-rata bergerak sederhana, yang dihitung berdasarkan garis pertama (%K).


Bagaimana cara membaca sinyal-sinyal Stokastik?
Kami menyarankan Anda untuk membiarkan pengaturan waktu standar: 14, 3, dan 2.
Anda juga dapat mengubah warna dan ketebalan garis indicator jika Anda mau.
Sinyal dasar yang dihasilkan oleh osilator ini adalah jenuh beli dan jenuh jual.

Stokastik juga menunjukkan divergensi.

Jenuh Beli
Jika garis indikator naik di atas 80, ini menunjukkan bahwa aset berada di jenuh jual.
Aset berada di jenuh beli ketika harganya telah naik terlalu cepat, dan Anda bisa memprediksi bawha bianya akan turun.
Jika sebuah aset berada di jenuh beli. tren biasanya membalik.
Saat garis Stokalistik memotong 80 dari atas ke bawah, kemungkinan besar menunjukkan penurunan.

Divergensi
Divergensi adalah kesenjangan antara pergerakan indikator dan grafik. Divergensi biasanya mengindikasikan pembalikan tren.
Sehingga, jika garis grafik membentuk serangkaian titik puncak, namun garis Stokastik sebaliknya, yaitu menurun, maka Anda bisa memprediksi bahwa tren turun akan segera mulai.
Jika grafik menciptakan serangkaian titik minimum baru, namun garis Stokastik mulai naik, Anda bisa memperkirakan bahwa harga akan segera naik.



 

No comments:

Post a Comment